Agustus 23, 2009

Allah Menciptakan Makhluk Berpasangan

Kajian Qur’an

Periode April 2009

Tema: Allah Menciptakan Makhluk Berpasangan


Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Ar-Rûm /30: 21)

Referensi Tafsir Quran


Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3 (Ar-Rifa’i, Muhammad Nasib. Kemudahan dari Allah, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. Gema Insani:2007 Hal.758)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri” maksudnya adalah menciptakan kaum wanita dari jenismu sebagai pasangan hidup. Kemudian kalimat “supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya” maksudnya yaitu agar terciptalah keserasian di antara mereka, karena kalaulah pasangan itu bukan dari jenismu, niscaya timbullah keganjilan. Maka di antara rahmat-Nya ialah Dia menjadikan kamu semua, laki-laki dan perempuan, dari jenis yang satu sehingga timbullah rasa kasih sayang, cinta san senang. Karena itu Allah berfirman, “Dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang” agar sarana-sarana keterikatan tetap terpelihara dan proses berketurunan pun berkesinambungan. “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”


Al-Quran dan Tafsirnya (Dasuki, Drs. HA. Hafizh. AlQuran dan Tafsirnya Julid VII Jus 19-20-21. Universitas Islam Indonesia: 1995 Hal. 554 - 556)

Manusia mengetahui bahwa mereka mempunyai perasaan-perasaan tertentu terhadap jenis yang lain. Perasaan- perasaan dan pikiran-pikiran itu ditimbulkan oleh daya tarik yang ada pada masing-masing mereka, yang menjadikan yang satu tertarik pada yang lain, sehingga antara kedua jenis pria dan wanita itu terjalin hubungan yang wajar. Mereka melangkah maju dan bergiat agar perasaan-perasaan itu dan kecenderungan-kecenderungan antara laki-laki dan wanita itu tercapai. Puncak dari semuanya itu adalah terjadinya perkawinan antara laki-laki dan perempuan. Bagi keadaan demikian, bagi laki-laki hanya isterinya itulah wanita yang paling cantik dan baik, sedangkan bagi wanita itu, hanya suaminyalah laki-laki yang menarik hatinya. Masing-masing mereka merasa tentram hatinya dengan ada pihak yang lain itu. Semuanya ini merupakan modal yang paling berharga dalam membina rumah tangga bahagia. Kemudian dengan adanya rumah tangga yang berbahagia jiwa dan pikiran menjadi tentram, tubuh dan hati mereka menjadi tenang serta kehidupan dan penghidupan menjadi mantap, kegairahan hidup akan timbul, dan ketentraman bagi laki-laki dan wanita secara menyeluruh akan tercapai.

Khusus mengenai kata-kata “mawaddah” (rasa kasih) dan “rahmah” (saying), Mujahid dan Ikrimah berpendapat bahwa yang pertama adalah sebagai ganti dari kata “nikah” (bersetubuh, bersenggama) dan yang kedua sebagai kata ganti “anak”. Jadi menurut Mujahid dan Ikrimah, maksud perkataan Tuhan: “Bahwa ia menjadikan antara suami dan isteri rasa kasih saying ialah adanya perkawinan sebagai yang disyariatkan Tuhan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita dari jenisnya sendiri, yaitu jenis menusia , akan terjadilah persenggamaan yang menyebabkan adanya anak-anak dan keturunan. Persenggamaan adalah merupakan suatu keharusan dalam kehidupan manusia, sebagaimana adalah merupakan suatu keharusan yang umum pula. Ada yang berpendapat bahwa: “mawaddah” bagi anak muda, dan “rahmah” bagi orang tua. Sehubungan dengan mawaddah itu Alah mengutuk kaum Luth yang melampiasakan nafsunya dengan melakukan homosex, dan meninggalkan isteri-isteri mereka yang seharusnya kepada isteri-isteri itulah mereka melimpahkan rasa kasih saying dan dengan merekalah seharusnya bersenggama.


Referensi Hadis:


(Az-zabidi, Imam. Ringkasan Hadis Sahih Al-Bukhari. Pustaka Amani: 1996. Hal. 907)

Hadis Al-Bukhari, nomor Hadis: 5090

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW pernah bersabda:

“Perempuan itu dinikahi karena empat hal; karena hartanya, karena status orang uanya/keluarganya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Karena itu, nikahilah perempuan karena agamanya, maka kamu akan memperoleh keuntungan yang tidak terhingga.


Hadis Al-Bukhari, Nomor Hadis: 5091

Diriwayatkan dari Sahl r.a., dia berkata: Seorang laki-laki kaya lewat di hadapan Rasulullah Saw., kemudian beliau bertanya kepada para sahabat, ”Bagaimana pendapat kalian mengenai laki-laki itu?” Mereka menjawab, ”Jika dia meminang perempuan pasti diterima, jika dia memberi pertolongan pasti diterima pertolongannya, dan jika dia berbicara pasti didengar dengan seksama”. Rasulullah SAW. Diam. Kemudian seorang muslim miskin lewat, lalu Rasulullah SAW. Bertanya kepada mereka, ”Bagaimana pendapat kalian mengenai orang itu?” Mereka menjawab, ”Jika dia meminang perempuan pasti ditolak, jika dia memberi pertolongan pasti pertolongannya tidak diterima, dan jika dia berbicara tidak didengarkan”. Maka Rasulullah SAW. bersabda, ”Seorang miskin itu lebih baik daripada orang-orang kaya yang memenuhi bumi.


Tim Redaksi:

Nina

Irma


»»  read more

Juli 20, 2009

ARMAGEDDON – Peperangan Akhir Zaman


Judul Buku : Armageddon

Pengarang : Ir. Wisnu Sasongko, M.T

Impresum : Jakarta: Penerbit Gema Insan, 2003

Tebal Buku : 245 halaman


ARMAGEDDON – Peperangan Akhir Zaman


Susunan ini dibuat berurutan, hal ini bukan berarti semua peristiwa terjadi secara berurutan waktunya. Tetapi, ada kalanya berseri/urut dan adakalanya parallel/bersamaan waktunya. Secara garis besar dapat ditarik sebuah benang merah Armageddon sebagai berikut.


I. IRAK DAN SYAM DIBOIKOT OLEH RUM, IRAK HANCUR


Imam Muslim dan Ahmad meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasullullah saw. Bersabda, “Hampir saja tidak boleh dibawa ke negeri Irak secupak makanan atau sebuah dirham.” Sahabat bertanya, “Siapa yang melakukan itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang-orang ‘ajam (non-arab) yang melarang hal tersebut.” Kemudian beliau berkata, “Hampir saja tidak boleh dibawa secupak makanan atau sebuah dinar kepada penduduk Syam.” Sahabat bertanya, “ Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang-orang Rum.” Kemudian Jabir diam sejenak dan mengatakan bahwa bersabda Rasulullah, “Pada akhir umatku akan ada seorang khalifah yang melimpahkan harta selimpah-limpahnya dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.”


II. KONFLIK DI JAZIRAH


Urutan kejadian: Konflik di Jazirah, Munculnya Al-Mahdi Pemimpin Kaum Muslimin, Pembaiatan, Penenggelaman Pasukan Dukungan Bendera hitam dari Timur .


1. Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al-Mahdi yang akan diutus (ke tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan dan kegoncangan-kegoncangan. Dia akan memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan kedzaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi menyukainya, dan dia akan membagi-bagikan kekayaan secara tepat (merata). Begitulah kondisinya waktu itu yang berlangsung selama tujuh, delapan, atau sembilan tahun. Kemudian tidak ada kebaikan lagi dalam kehidupan sesudah itu.”


2. Taurat (yang terdapat dalam Bibel/Perjanjian Lama) kitab Genesis (kejadian) 17:20 juga menyebutkan tentang 12 khalifah/pemimpin tersebut, “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak. Ia akan memperanakkan dua belas raja, dan aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.”


3. Perjanjian Lama (Bibel) kitab Yesaya dengan judul Tuhan Memakai Koresy sebagai Alat-Nya mengatakan, “...Akulah yang berkata tentang Koresy (Quraisy), ‘Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem, baiklah ia dibangun! Dan tentang Bait Suci, Baiklah diletakkan dasarnya!” Dalam kitab itu dilanjutkan, “...Beginilah firman Tuhan, ‘Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup. Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung- gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga, dan hendak mematahkan palang-palang besi. Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi.’ ”


4. Bibel kitab Yesaya (41:1-5) menggambarkan seorang pembebas dari timur yang sifat-sifatnya seperti Al- Mahdi dan kaum muslimin, dengan judul Tuhan Membangkitkan Seorang Pembebas.


III. PERANG LIBANON PINTU MENUJU KE ARMAGEDDON


Urutan kejadian: Ekspansi Israel ke Libanon atau Suriah, Kaum Muslimin dan Romawi bersatu mengusir Israel, Romawi berkhianat, Persiapan bagi Armageddon I .


1. Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka berdirilah seorang laki-laki dari kaum rum, lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata, ‘Salib telah menang!’ Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum Muslimin, lalu ia membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah perang, di mana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara. Pada saat itu Romawi mengingkari janji dan mereka sepakat untuk melakukan pembantaian.” Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Aku menghitung enam perkara yang akan terjadi menjelang datangnya hari kiamat...”Lalu beliau menyebutkan antara lain, “Kemudian akan terjadi perdamaian antara kamu dan bani Ashfar (Rum), tetapi kemudian mereka mengkhianati janji (perdamaian) itu dan dating kepadamu dengan membawa 80 bendera dan tiap-tiap bendera diikuti 12 ribu orang.”


2. Zakharia (11:2) menyebutkan, “Bukalah pintu-pintumu, hai Libanon, supaya api dapat memakan pohon- pohon arasmu...”


3. Bibel kitab/pasal Yesaya 33:1-9 menyebutkan, “Celakalah engkau, hai perusak yang tidak dirusak, dan engkau hai penggarong yang tidak digarong sendiri! Apabila engkau selesai merusak, engkau sendiri akan dirusak;apabila engkau habis menggarong, engkau sendiri akan digarong... Lihat orang-orang Ariel berteriak di jalan, utusan-utusan yang mencari damai menangis dengan pedih. Jalan-jalan raya menjadi sunyi dan seorang pun tiada lagi yang lintasi jalan. Perjanjian sudah diingkari, saksi-saksi sudah ditolak, dan manusia tidak dihiraukan. Negeri berkabung dan merana; Libanon tersipu-sipu dan mati rebah; Saron sudah seperti padang belantara, Basan dan Karmel meluruh daun.


IV. PERANG A’MAG dan DABIQ


Urutan kejadian: Rum (Amerika dan Eropa) turun di A’mag dan Dabiq, Datang bantuan dari kaum muslimin terbaik dari Madinah, Diplomasi terbuka, perang pun dimulai (1/3 kaum muslimin lari dari peperangan; 1/3 Kaum Muslimin mati syahid; dan 1/3 Kaum Muslimin menang dan tidak akan terkena fitnah selamanya), Israel berkhianat, mengingkari perjanjian, Rum di Allepo bias dikalahkan, persiapan bagi Armageddon I (Al-Malhamah-Peperangan mengahdapi Yahudi dan Rum di Magiddo, Israel)


1. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga pasukan Rum turun di A’mag atau ke desa Dabiq. Kemudian datanglah kepada mereka pasukan tentara dari Madinah, yang merupakan penduduk bumi yang terbaik pada waktu itu. Ketika mereka telah mengatur barisan, berkatalah pasukan Rum, ‘Biarkan kami memerangi orang-orang yang mencela kami!’ Lalu kaum Muslimin menjawab, ‘Tidak! Kami tidak akan membiarkan teman-teman kami!’Maka terjadilah peperangan di antara mereka;yang sepertiga binasa (lari dari peperangan) dan Allah tidak akan menerima tobat mereka selamanya; yang sepertiga lagi mati terbunuh sebagai syahid yang paling utama di sisi Allah; dan yang sepertiga lagi diberi kemenangan dengan tidak terkena bencana sedikitpun, Kemudian mereka menaklukan Qanstantiniyah. Ketika mereka membagi-bagi rampasan perang dan telah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun, tiba-tiba setan berteriak kepada mereka, ‘Sesungguhnya Dajjal telah menggantikan kalian pada keluarga kalian!’Lalu mereka keluar, padahal itu adalah batil. Maka ketika mereka telah tiba di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sedang bersiap- siap untuk berperang dengan mengatur barisan tiba-tiba diiqamati shalat, lalu turun Isa putra Maryam.”


Disebutkan dalam Injil pasal Mimpi (16:14-16) menyebutkan, “Roh-roh setan pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Maha kuasa. ‘Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.’ Lalu Roh-roh setan itu mengumpulkan segala raja di tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmageddon.”


V. PERANG ARMAGEDDON 1


Urutan kejadian: Perang Armageddon I dimulai: Israel dikepung oleh kaum muslimin, Bala tentara Rum dan Yahudi berdatangan di Magiddo, Israel, Terjadi fenomena kemurtadan/lari dari medan perang, Armageddon dimulai (3 kali pertempuran kaum muslimin hancur), Kebangkitan kaum muslimin, Rum kalah dan Israel dilenyapkan dengan Al-Malhamah, Rampasan perang yang besar, penaklukan Konstantinopel, Dajjal muncul, Isa Almasih turun (Armageddon II)


1. Perjanjian Lama/Bibel, kitab Yesaya menyebutkan, “Celakalah Ariel!... Aku akan menyesakkan Ariel, sehingga orang mengerang dan mengaduh, dan kota itu akan seperti perapian bagi-Ku. Aku akan berkemah di segala penjuru mengepung engkau, akan membuat tempat-tempat pengintaian untuk menghimpit engkau. Maka, engkau akan merendahkan diri dan engkau bersuara dari dalam tanah, perkataanmu terdengar samara- samar dari dalam debu; suaramu akan berbunyi seperti suara arwah dari dalam tanah.”


2. Qur’an surat al-Israa’ ayat 104 menjelaskan, “Kami berfirman setelah itu kepada bani Israel, ‘Berdiamlah kalian di bumi ini dan apabila datang Wa’dul Akhirah (Janji akhir), niscaya kami akan mendatangkan kalian dalam keadaan bercampur baur.


VI. PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL OLEH 70 RIBU BANI ISHAQ


1. Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan dari Abdullah bin Bisyr bahwa Nabi saw. Bersabda, “Jarak antara pertempuran yang dahsyat dan penaklukkan Konstantinopel tujuh tahun, lalu pada tahun ketujuh Dajjal keluar.”


2. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. Bersabda, “Pernahkah kamu mendengar sebuah kota yang salah satu dindingnya di darat dan yang satu di laut?” Para sahabat menjawab, “Pernah, ya Rasulullah.” Lalu beliau bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga kota ini didatangi oleh 70 ribu bani Ishaq. Bila mereka telah datang, maka mereka turun dengan tidak melakukan perang bersenjata dan tidak pula menggunakan panah. Mereka berkata (mengucapkan) kalimat Laa ilaaha illallah wallahu akbar! Lalu robohlah salah satu dinding kota itu. [Tsaur bin Zaid ad-Daili, salah seorang perawi hadits ini) berkata, “Saya tidak mengetahuinya melainkan beliau bersabda, ‘(Dinding) yang ada di laut.’] Kemudian pada kali yang kedua mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallah wallahu akbar!’ lalu runtuhlah dinding yang lain. Kemudian pada kali yang ketiga mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallah wallahu akbar!’ lantas pintu gerbangnya terbuka, lalu mereka memasukinya dan mengambil harta rampasan. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan tiba-tiba datanglah kepada mereka seseorang yang meminta tolong sambil berteriak, ‘Sesungguhnya Dajjal telah keluar!’ lalu mereka tinggalkan segala sesuatunya, kemudian mereka kembali pulang.”


VII. KELUARNYA DAJJAL RAJA YAHUDI, PERSIAPAN BAGI ARMAGEDDON II


1. Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah bersabda, “Dajjal akan keluar dari kampung Yahudiyyah kota Ashbahan bersama tujuh puluh ribu orang Ashbahan.”


2. Rasulullah bersabda, “Tidak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.”


3. “Wahai Rasulullah, berapa lama dia (Dajjal) akan menetap di bumi?” Beliau menjawab, “Empat puluh hari, di mana seharinya bagaikan setahun, seharinya bagaikan sebulan, seharinya bagaikan seminggu, dan sisanya seperti hari-hari kalian.” “Dajjal keluar pada saat agama mulai melemah dan ilmu pengetahuan tidak lagi digubris. Ia akan tinggal dan berjalan di bumi selama 40 hari. Sehari bagaikan setahun, sehari bagaikan sebulan, sehari bagaikan seminggu. Kemudian seluruh harinya seperti harimu...”


VIII. TURUNNYA ISA AL MASIH


Urutan kejadian: Isa turun di menara putih di timur Damaskus di waktu malam, Isa menuju ke Yerusalem membantu kaum muslimin memerangi Dajjal, Isa membunuh Dajjal di pintu Lodd, Dan batu pun berbicara, Pembantaian Yahudi “Concerto” II, Pembebasan ke seluruh dunia (Ekspansi ke Rum-Amerika dan Eropa), Masa-masa kemakmuran.


1. Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Ketika Allah telah mengutus Almasih putra Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua malaikat. Bila ia menundukkan kepala, maka tergerailah rambutnya; dan jika diangkatnya, kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafir pun yang mencium napasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal napasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lodd. Kemudian dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga.”


2. Jabir r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Isa bin Maryam akan turun, lalu pemimpin mereka, Al-Mahdi, berkata, ‘Marilah shalat bersama kami!’ Isa menjawab, ‘Tidak! Sesungguhnya sebagian mereka menjadi amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain sebagai penghormatan dari Allah kepada umat ini.” Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Bagaimana keadaanmu jika Ibnu Maryam telah turun kepadamu dan imam kamu berasal dari golonganmu?”


3. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah bahwa Rasulullah bersabda, “Dan Imam mereka, atau imam pasukan Islam, adalah seorang yang saleh. Ketika imam pasukan Islam, adalah seorang yang saleh. Ketika imam mereka sudah maju untuk shalat subuh, turunlah Isa putra Maryam. Imam itu mundur, berjalan membungkuk dan mempersilakan Isa untuk maju. Isa meletakkan tangan di pundak imam itu dan berkata kepadanya, ‘Majulah dan shalatlah, sebab shalat ini diiqamatkan untuk Anda.’ Imam itu lalu shalat bersama mereka.


4. Injil Matius (24:43), “Tetapi ketahuilah ini. Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri datang, sudahlah pasti berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga bersiap sedia, karena Anak Manusia (Isa a.s.) datang pada saat yang tidak kamu duga.”


5. Abu Umamah al-Bahlil mengatakan bahwa Rasulullah pernah berkhotbah kepada sahabat dan kebanyakan isi khotbah beliau membicarakan masalah Dajjal, dan beliau memperingatkan tentang Dajjal itu. Lalu beliau menyebutkan keluarnya Dajjal dan turunnya Isa untuk membunuhnya. Beliau bersabda, “Isa berkata, ‘Bukakan pintu!’ lalu dibukakanlah pintu, maka di belakang pintu terdapat Dajjal dan 70 ribu orang Yahudi, yang masing-masing membawa pedang yang tebal dan tajam. Apabila Dajjal melihat Isa, luluhlah Dajjal seperti luluhnya garam dalam air, dan ia berlari segera. Isa berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya aku akan memukulmu dengan satu pukulan yang tak dapat engkau mendahuluiku.’ Lalu bertemulah Isa dengan Dajjal di pintu Lodd sebelah timur, lantas Isa membunuhnya. Lalu Allah membinasakan orang-orang Yahudi, sehingga tidak ada satupun makhluk ciptaan Allah yang dijadikan tempat bersembunyi oleh orang-orang Yahudi melainkan Allah menjadikannya dapat berbicara, baik berupa batu, kayu/pohon, dinding, maupun binatang kecuali pohon al-Gharqad karena ia termasuk pohon mereka yang tidak berbicara.”


6. Imam Abu Dawud dan Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada antaraku dengannya (Isa) seorang nabi, dan sesungguhnya dia akan turun. Jika kalian melihatnya, maka percayailah seorang laki- laki yang kulitnya antara merah dan putih, pertengahan antara kedua warna tersebut, seakan-akan kepalanya basah sekalipun tidak dikenai air. Maka, dia memerangi manusia demi Islam, dia menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan pajak, dan Allah menghancurkan pada zamannya itu semua agama kecuali Islam. Dia (Allah pada zaman itu) membinasakan Dajjal si pendusta sehingga penduduk di muka bumi ini merasa aman, sampai unta hitam bersusuhan dengan unta, singa, dan sapi, serigala dengan kambing, anak kecil bermain dengan ular tapi tidak membahayakan. Dia tinggal di muka bumi selama 40 tahun, kemudian dia wafat, maka orang-orang beriman menshalatinya (dan menguburkannya).”


7. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi saw. Bersabda, “Dua kelompok dari umatku yang Allah hindarkan dari api neraka, yaitu kelompok yang memerangi bangsa India dan kelompok yang bersama Isa Ibnu Maryam.” Beliau bersabda dalam hadits riwayat Hakim, “Barang siapa di antara kalian mendapatinya, maka sampaikan salam dariku.”


IX. ARMAGEDDON II, LADANG PENGGILINGAN (PEMBANTAIAN) ANGGUR ISRAEL


1. Rasulullah bersabda, “Isa Ibnu Maryam akan membunuh Dajjal di pintu Lodd.” Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka. Sehingga, bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu. Kemudian batu atau kayu itu berkata, ‘Wahai orang muslimin, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuhlah dia!’ Kecuali pohon Gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi.” Dalan hadits riwayat Bukhari, Abdullah bin Umar mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Kalian akan diperangi oleh bangsa Yahudi, lalu kalian akan diberi kemenangan atas mereka, sampai-sampai batu pun akan berbicara, ‘Hai Muslim, ini seorang yahudi di balikku, bunuhlah ia!’.


2. Dalam Injil Pasal Wahyu Pasal 14 ayat 14-20 yang berjudul Tuaian di Bumi disebutkan, “Dan aku melihat, sesungguhnya ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepalanya dan sebilah sabit tajam di tangannya. Maka,keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada dia yang duduk di atas awan itu, ‘Ayunkanlah sabitmu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.’ Dan ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabitnya ke atas bumi dan bumi pun dituailah. Seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di surga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. Dan seorang malaikat lain datang dari Mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, ‘Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah anggur di bumi , karena buahnya sudah masak.’ Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. Dan buah- buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.”


Redaksi : Inadia Y, Amd dan Annisaa P, (FST-UIN)

»»  read more

Juni 22, 2009

Sejarah dan Perkembangan Ulumul Hadis (bagian 2)

Studi Kitab Hadis

Periode Februari 2009

Tema: Sejarah dan Perkembangan Ulumul Hadis

Sumber: Ulumul Hadis, Dr. Nawir Yuslem, MA


Khabar

Khabar menurut bahasa berarti al-naba', yaitu berita. (Mahmud al-Thahan, Taisir, h.14).
Sedangkan pengertiannya menurut istilah, terdapat tiga pendapat, yaitu:


Pertama:

Khabar adalah sinonim dari Hadis, yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW dari perkataan, perbuatan, taqrir, dan sifat.


Kedua:

Khabar berbeda dengan Hadis. Hadis adalah sesuatu yang datang dari Nabi SAW, sedangkan Khabar adalah berita dari selain Nabi SAW. Atas dasar pendapat ini, maka seorang ahli Hadis atau ahli Sunnah disebut dengan Muhaddits, sedangkan mereka yang berkecimpung dalam kegiatan sejarah dan sejenisnya disebut dengan Akhbari. (Ajjaj al-Khathib, Al-Sunnah Qabla al-Tadwin, h. 21)


Ketiga:

Khabar lebih umum daripada Hadis. Hadis adalah sesuatu yang datang dari Nabi SAW,sedangkan Khabar adalah sesuatu yang datang dari Nabi SAW atau dari selain Nabi (orang lain). (Mahmud al-Thahan, Taisir, h.14-15)


Atsar

Atsar secara etimologis berarti baqiyyat al-syay, yaitu sisa atau peninggalan sesuatu.
Sedangkan pengertiannya secara terminologis, terdapat dua pendapat, yaitu:

a. Atsar adalah sinonim dari Hadis, yaitu segala sesuatu yang berasal dari Nabi SAW.

b. Pendapat kedua menyatakan, Atsar adalah berbeda dengan Hadis. Atsar secara istilah menurut pendapat kedua ini adalah:


Sesuatu yang disandarkan kepada sahabat dan Tabi'in', yang terdiri atas perkataan atau perbuatan. (Mahmud al-Thahan, Taisir, h.15)


Jumhur Ulama cenderung menggunakan istilah Khabar dan Atsar untuk segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW dan demikian juga kepada Sahabat dan Namun, para Fuqaha' Khurasan membedakannya dengan mengkhusaskan al-matuquf, yaitu berita yang disandarkan kepada Sahabat dengan sebutan Atsar ; dan al- marfu, yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW dengan istilah Khabar. (‘Ajjaj al-Khathib, Al- Sunnah Qabla Tadwin, h.22)


Bentuk-bentuk Hadis

Berdasarkan pengertiannya secara terminologis, Hadis demikian juga Sunnah, dapat dibagi menjadi tiga, yaitu: Hadis Qauli, Hadis Fi'li dan Hadis Tagriri.


Hadis Qauli

Hadis Qauli adalah:

Seluruh Hadis yang diucapkan Rasul SAW untuk berbagai tujuan dan dalam berbagai kesempatan. (Wahbah al-Zuhayli, Ushul al-Fiqh al-Islami, Beirut: Dar al-Fikr, 1406 H/1986M, juz 1, h.450)

Khusus bagi para Ulama Ushul Fiqh, adalah seluruh perkataan yang dapat dijadikan dalil untuk menetapkan hukum syara'. Contoh Hadis Qauli adalah, seperti sabda Rasul SAW mengenai status air laut. Beliau bersabda:


Dari Abu Hurairah r. a., dia berkata, bersabda Rasulullah SAW tentang laut, "Airnya adalah suci dan bangkainya adalah halal." (Muhammad ibn Ismail al-Kahlani, Subul al-Salam, Juz 1, Bandung:Dahlan, t.t., h.14-15)


Contoh lain adalah Hadis mengenai niat:

Dari 'Umar ibn al-Khaththab r.a., dia berkata, "Aku mendengar Rasul SAW bersabda, `Sesungguhnya seluruh amal itu ditentukan oleh niat, dan sesungguhnya setiap orang akan memperoleh sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa yang melakukan hijrah untuk kepentingan dunia yang akan diperolehnya, atau untuk mendapatkan wanita yang akan dinikahinya, maka ia akan memperoleh sebatas apa yang ia niatkan ketika berhijrah tersebut'.”

(Bukhari, Shahih al-Bukhari, juz 1, h.2)


Hadis Fi'li

Hadis Fi'li adalah:

Yaitu seluruh perbuatan yang dilaksanakan oleh Rasul SAW. (Wahbah al-Zuhayli, Ushul al-Fiqh al-Islami, juz 1, h.450) .


Perbuatan Rasul SAW tersebut adalah yang sifatnya dapat dijadikan contoh teladan, dalil untuk penetapan hukum syara', atau pelaksanaan suatu ibadah. Umpamanya, tata cara pelaksanaan ibadah shalat, haji, dan lainnya. Tentang cara pelaksanaan shalat, Rasul SAW bersabda:


... Dan shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat. (Muhammad ibn Isma’il al-Bukhari, Shahih Bukhari. Juz 1, h.135)


Salah satu tata cara yang dicontohkan Nabi SAW dalam pelaksanaan shalat adalah, cara mengangkat tangan ketika bertakbir di dalam shalat, seperti yang diceritakan oleh 'Abd Allah ibn 'Umar sebagai berikut:


Dan 'Abd Allah ibn 'Umar, dia berkata, "Aku melihat Rasulullah SAW apabila dia berdiri melaksanakan shalat, dia mengangkat kedua tangannya hingga setentang kedua bahunya, dan hal tersebut dilakukan beliau ketika bertakbir hendak rukuk, dan beliau juga melakukan hal itu ketika bangkit dari rukuk seraya membaca, ‘Sami’ Allahu liman hamidah'. Beliau tidak melakukan hal itu (yaitu mengangkat kedua tangan) ketika akan sujud." (Bukhari, Shahih al-Bukhari, juz 1, h.180)



»»  read more

Mei 28, 2009

Jerusalem

Judul Buku : JERUSALEM, Kesucian, Konflik dan Pengadilan Akhir

Pengarang : Trias Kuncahyono

Impresum : Jakarta-Penerbit Buku Kompas, 2008

Cetakan : Ketujuh

Tebal Buku : : 315 halaman

Harga : Rp 58.000,-

Hai kaumku, masuklah ke tanah Suci (Palestina) yang Telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), Maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Q.S. Al-Maidah (5): 21)

Buku ini merupakan kisah jurnalistik seorang wartawan yang melakukan perjalanannya ke Jerusalem pada tahun 2005. Jerusalem merupakan Tanah Terjanji, menurut terminologi orang-orang Yahudi, atau Tanah Suci sebagai sebutan yang berbau religius, atau Tanah Palestina sebagi sebutan yang lebih bernuansa historis dan politis. Istilah Tanah Suci (Al Ard al Muqaddasah) disebut satu kali dalam Al Quran, yakni dalam Surat Al Maidah ([5]:21).


Sebelum sampainya penulis di Bandara Ben Gurion pada bulan Agustus 2005, ia harus menjalani serangkaian pemeriksaan yang ketat di Bandara Don Muang, Bangkok. Sebagaimana kita ketahui setelah serangan teroris 11 September 2001 pengamanan yang ketat diberlakukan bagi semua orang yang akan melakukan perjalanan ke berbagai negara, tidak terkecuali negara-negara timur tengah yang kerap dianggap sarang teroris.


Bagi orang-orang Yahudi mendarat di Bandara Ben Gurion adalah sebuah anugerah. Inilah awal dari babak baru kehidupan mereka. Bandara Ben Gurion adalah pintu gerbang bagi kaum imigran Yahudi yang kembali ke tanah leluhur yang mereka yakini. Menurut ”Law of Return” Israel, setiap orang yang memiliki kakek moyang Yahudi berhak untuk tinggal di Israel dan berhak mengklaim sebagai warga negara Israel. Dan mereka selalu mencari pembenaran akan ”hak” nya itu dengan mengutip apa yang pernah dikatakan Nabi Yeremia. Tetapi hal sebaliknya justru diterapkan dengan keras kepada orang Arab atau Palestina yang ingin kembali ke tanahnya, karena pada dasarnya mereka adalah penduduk asli yang harus mengungsi selama perang berlangsung.


Memasuki Jerusalem anda tidak akan menemukan tanda besar yang menunjukan bahwa kita telah memasuki Jerusalem. Apabila anda melakukan perjalanan untuk masuk Jerusalem melalui Tel Aviv dengan menggunakan jalan bebas hambatan, seperti yang penulis lakukan, Jerusalem akan menyapa anda sesaat anda keluar dari jalan bebas hambatan tersebut. Tidak ada tanda, tidak ada penunjuk, hanya suasana yang berbeda yang akan menyadarkan anda. Di Jerusalem, semua orang tampak sibuk, ada mahasiswa, pelajar, pedagang, rabbi (pemuka Yahudi dengan jubah dan penutup kepalanya), dan yang paling membedakan adalah disana-sini banyak terdapat tentara lengkap dengan senjata dan ranselnya. Namu hal itu berubah pada hari Sabtu, dimana semua orang tidak ada yang beraktivitas di luar rumah. Hari ini dinamakan hari Sabath yang menurut kepercayaan Yahudi berarti ’berhenti’.


Begitu sampainya di Jerusalem, penulis memulai ceritanya dengan menggambarkan sejarah Jerusalem yang 40 tahun lalu pernah diceritakan oleh ibu dan ayahnya. Berbagai tempat yang pernah diceritakan oleh ibunya menjadi sangat begitu nyata. Antara lain adalah, tembok ratapan, Via Dolorosa (jalan penderitaan), Bukit Golgota (tempat Yesus wafat dalam salibnya), Temple Mount, dll. Ada tiga kota penting di sekitar Jerusalem yaitu Ramallah, Jericho, dan Bethlehem. Tanggal 12 November 2004 jenazah pemimpin Palestina Yaser Arafat dimakamkan di Kota Ramallah, di puncak Bukit Yudea. Arafat pernah berkeinginan untuk dimakamkan di Jerusalem, dekat Masjid Al Aqsha. Tetapi, Israel menolak mentah-mentah keinginan Arafat tersebut. Pemerintah Israel berpendapat, pemakaman Arafat di Jerusalem akan memberikan kekuatan baru bagi perjuangan rakyat Palestina dan memperkuat klaim Palestina atas sektor Arab Jerusalem sebagai wilayah tradisional mereka dan sebagai ibu kota Palestina di masa mendatang. Penduduk Ramallah juga banyak yang menjadi barisan depan dalam melawan serangan Israel. Kota Jericho pun begitu menarik dan penuh kekejaman seperti yang dikisahkan dalam Kitab Yosua di Kitab Perjanjian Lama. Barangkali kekejaman itulah yang kini diwarisi oleh Israel dalam menghadapi orang-orang Palestina. Selanjutnya adalah Kota Bethlehem. Inilah kota yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus lebih dari dua ribu tahun silam. Karena itulah Bethlehem adalah kota suci bagi orang Nasrani di seluruh dunia. Kota ini juga penting bagi orang-orang Yahudi. Bethlehem adalah kota kelahiran Daud, Raja Israel, yang disebut-sebut sebagai yang merebut Jerusalem dari tangan kaum Jebuist (kaum Kanaan).


Sepanjang sejarah Jerusalem bahkan sampai saat ini, selalu berada di pusat pusaran konflik geopolitik, yang sekarang dimanifestasikan oleh Yahudi dan Palestina yang memperebutkan dominasi atas kota-kota tersebut. Baik orang-orang Yahudi, Kristen maupun Islam sama-sama mengklaim sebagai yang berhak atas Jerusalem. Orang- orang Yahudi mendasarkan klaimnya kembali ke peristiwa yang terjadi pada abad 11 SM tatkala raja Daud merebut kota itu; bagi umat Kristiani kesucian kota itu diperoleh dari kehidupan serta karya Yesus dan penyaliban, wafat serta kebangkitannya di Jarusalem; sementara bagi Umat Muslim, Jerusalem menjadi penting karena di kota itu Nabi Muhammad SAW ber-Isra Mi’raj. Ia melakukan perjalanan malam dari Mekkah dan kemudian ke Mikraj ke Sidrat Al Muntaha dari kota itu. Yasser Arafat, seperti yang dikutip Daniel Pipes dalam The Muslim Claim to Jerusalem, pernah menyatakan bahwa Al Quds (Jerusalem) ada dalam lubuk hati seluruh orang Arab, umat Muslim dan Kristen diseluruh dunia. Ayatollah Khomeini lebih tegas lagi menyatakan bahwa Jerusalem adalah milik kaum Muslim dan harus dikembalikan kepada mereka. Semasa hidupnya, pemimpin Iran itu bahkan mengeluarkan fatwa yang menyatakan hari Jumat terakhir di Bulan Ramadhan sebagai hari Jerusalem dan merayakannya dengan menjadikan hari itu sebagai hari libur. Kesucian Jerusalem telah menjadi daya tarik bagi ketiga agama monoteistik tersebut untuk mengerahkan kekuatannya ke kota itu sejak zaman dahulu.


Jawaban akan pertanyaan milik siapakah Jerusalem, akan sangat tergantung kepada siapa pertanyaan tersebut diajukan. Kalau pertanyaan diajukan kepada orang-orang Israel, pasti jawabannya adalah ”Jerusalem milik bangsa Israel”. Sebaliknya, kalau pertanyaan yang sama diajukan kepada orang-orang Palestina dan juga bangsa Arab, jawabannya pun pasti ”Jerusalem milik bangsa Palestina”. Dengan demikian kepada siapa pertanyaan tersebut harus diajukan?


Israel, misalnya, selalu menyatakan bahwa posisi legal internasional mereka atas Jerusalem berasal dari Mandat Palestina (Palestine Mandate, 24 Juli 1992), yang mana Liga Bangsa-Bangsa – yang menjadi sumber utama legitimasi internasional PBB - mengakui ”hubungan historis bangsa Yahudi dan Palestina” dan menghendaki agar menjadikan Palestina sebagai national home bagi bangsa Yahudi. Sedangkan terdapat perbedaan persepsi mengenai national home itu sendiri. Dalam ”Churchill White Paper” Inggris tidak menyatakan mendukung sebuah nation yang terpisah yang disebut sebagai Jewish Nation Home. Yang didukung Inggris adalah pembentukan komunitas Yahudi di wilayah Palestina. Selain itu dalam salah satu alineanya, ”Churchill White Paper” juga menyangkal pembentukan sebuah Palestina Yahudi secara seluruhnya dan menyatakan bahwa pemerintah Inggris tidak ingin melihat Palestina sebagai Yahudi-nya Inggris.


Pembagian Jerusalem - menjadi bagian Israel dan bagian Palestina - sangat sulit untuk dilaksanakan karena peta demografi tidak bisa diubah menjadi peta politik. Secara demografis dan geografis Jerusalem memang sudah terbagi. Setiap orang yang sudah pernah mengunjungi kota itu akan memahami masalah tersebut. Ada wilayah yang dihuni orang-orang Israel dan adapula wilayah-wilayah yang dihuni orang-orang Palestina. Selain itu sulit juga membagi Jerusalem karena ketiga agama besar memiliki tempat-tempat suci di kota itu; Jerusalem adalah pusat Yudaisme; Jerusalem merupakan kota tersuci nomor tiga bagi Islam; Jerusalem adalah tempat ”peristiwa utama” Kristen terjadi, yakni penyaliban dan kebangkitan Yesus. Dan yang terlebih penting lagi adalah, simbol-simbol penting dari ketiga agama itu letaknya berdekatan satu sama lain. (dapat dilihat di peta di halaman terakhir). Jika Jerusalem menjadi simbol paling utama dari konflik yang kini mengancam seluruh dunia, pencarian solusi semestinya menjadi masalah yang paling penting.


Pada dasarnya pada tahun 1947 telah dibentuk United Nations Special Comittee on Palestine (UNSCOP). UNSCOP menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam resolusi PBB Nomor 181 (II) yang salah satunya mengatakan bahwa Jerusalem akan dijadikan kota internasional. Namun yang lebih penting dari resolusi tersebut adalah berkaitan dengan penetapan Jerusalem sebagai corpus separatum yang berarti entitas (perjanjian) yang terpisah. Israel sebagai negara terkait dengan Piagam PBB. Di mata PBB, Jerusalem dilihat sebagai sebuah entitas (badan) dan dunia seperti lainnya. Penetapan Jerusalem sebagai corpus separatum itu terjadi dalam waktu enam bulan sebelum deklarasi kemerdekaan Negara Israel (15 Mei 1948). Hal ini penting karena penetapan Jerusalem sebagai corpus separatum terjadi sebelum negara Israel ada. Artinya, atas dasar ini, Jerusalem tidak bisa bisa dijadikan sebagai bagian dari Israel. Tujuan PBB adalah menetapkan ”rezim internasional” bagi Jerusalem dengan menciptakan Dewan Perwakilan. Namun seperti resolusi-resolusi lainnya, hal ini hanya menjadi sekedar ”rekomendasi” belaka bukan sebagai instrumen yang berlaku mengikat secara internasional sehingga tidak berlaku secara efektif.


Pada tahun 1948, Arab melakukan Agresi ke Jerusalem yang menyebabkan Israel tidak lagi menghormati resolusi itu karena telah dilanggar dan karena PBB dianggap tidak dapat melaksanakan resolusinya sendiri. Agresi ini pun oleh PBB dianggap ilegal dan melanggar Piagam PBB. Berdasarkan hal ini posisi Israel semakin kuat dan tambah menguat lagi setelah Perang Enam Hari (1967) yang mengakibatkan jatuhnya daerah Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem Timur. Tentang hal ini ada yang menarik sekaligus menunjukan ketidaknetralan PBB. Aksi militer yang pernah dilakukan oleh Yordania (Legiun Arab) pada tahun 1948 ke Palestina disebut PBB sebagai agresi. Tetapi, PBB menolak mengkategorikan atas apa yang telah dilakukan Israel sebagai aksi militer dan menolak untuk menyebut Israel sebagai agresor, hal yang mana diusulkan oleh Uni Soviet pada saat itu.


Ada begitu banyak resolusi yang dihasilkan oleh PBB, baik oleh Majelis Umum maupun Dewan Keamanan, tetapi Israel tetap saja membuat kebijakan sepihaknya. Israel bertindak tanpa memperhatikan seruan bahkan keberatan dunia dan masyarakat internasional. Antara tahun 1967-1989, Dewan Keamanan PBB menerbitkan 131 resolusi. Apabila dikategorikan, 131 resolusi itu, 43 diantaranya dapat dikatakan bersikap netral dan 88 lainnya mengkritik, menentang dan mengutuk tindakan Israel di Jarusalem. Sementara itu, Majelis Umum PBB dalam kurun waktu yang sama menerbitkan 429 resolusi dengan 321 resolusi diantaranya mengecam tindakan Israel. Tetapi kecaman yang diberikan tidak mengikat sama sekali sehingga tidak dipedulikan oleh Israel.


Gagasan lain yang pernah muncul sebagai resolusi dari permasalahan Jerusalem adalah dengan menjadikan Jerusalem sebagai ibu kota bersama kedua negara Israel dan Palestina. Dalam konteks solusi dua negara, Jerusalem dapat menjadi wilayah tak terbagi untuk kedua negara, merupakan ibu kota kedua negara dan dikelola oleh dewan distrik setempat. Dalam terminologi hukum internasional, Jerusalem akan menjadi sebuah condominium (daerah yang dikuasai bersama) oleh Israel dan Palestina. Gagasan seperti itu ditentang keras oleh AS hal ini dapat dilihat dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh organisasi Yahudi pada Maret 1994, Wakil Presiden AS saat itu, Al Gore menegaskan posisi pemerintahan Bill Clinton yang mengakui Jerusalem yang bersatu sebagai ibukota Israel.


Sebaliknya, dari kubu Palestina, Arafat mengakui prinsip condominium itu. Dalam pidatonya di Harvard University ia mengatakan, ”Mengapa Jerusalem tidak dijadikan ibu kota dua negara, tanpa tembok Berlin? Bersatu, terbuka, hidup berdampingan secara damai, hidup bersama,” setelah disambut standing ovation dari para hadirin ia melanjutkan, ”Jerusalem menjadi tempat seluruh umat beriman, condominium besar bagi budaya dan moralitas.”


Apabila diruntut dari awal ada beberapa pejuang besar Islam dalam membela kembalinya Jerusalem ke tangan Palestina selain sosok Yaser Arafat yang terkenal sebagai pemimpin PLO (Palestine Liberation Organization). Pemimpin yang baik menggunakan senjata maupun dengan intelektual mereka. Pada masa Perang Salib II-IV, Sultan Salah al-Din Yusuf ibn Ayyub atau yang lebih dikenal dengan Saladin berhasil mengalahkan pasukan Kristen yang dipimpin oleh Richard ”Si Hati Singa” (Lion-Heart) yang akan masuk ke wilayah Jerusalem dan membuat Lion Heart mengakui kehebatan dari Saladin setelah tiga kali masa perang itu. Meskipun menang perang, Saladin dalam perjanjian damai tetap menjamin keamanan dan memberikan akses bagi para peziarah, siapa pun dan dari agama mana pun, untuk pergi ke Tanah Suci. Selanjutnya adalah Presiden Mesir, Anwar Sadat. Pada tahun 1978, Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin menandatangani naskah perjanjian Camp David yaitu A Framework for the Conclusion of A Peace Treaty between Egypt and Israel. Isi dari naskah itu mengharuskan Israel untuk menarik mundur pasukannya dari Gurun Sinai dan menyerahkan seluruh wilayah yang direbut dalam perang tahun 1967 itu kepada Mesir. Namun ternyata perjanjian ini menimbulkan pro dan kontra. Reaksi kontra ditunjukan oleh Liga Arab dan rakyat Mesir itu sendiri. Penentangan dari rakyat Mesir ini mengakibatkan wafatnya Anwar Sadat. Sadat wafat saat berada di mimbar dalam rangka memimpin Parade Kemenangan Mesir tersebut. Seorang Letnan Pertama Khaled Islambouli tiba-tiba turun dan berlari dari truknya dan melemparkan granat dari tangannya ke arah Sadat.


Sebagaimana yang telah berulang kali disebut sebelumnya bahwa Jerusalem merupakan kota penting bagi tiga agama samawi, maka adalah sikap yang tidak terpuji dan tidak bijaksana bilamana klaim kepemilikan atas Jerusalem hanya di dominasi oleh satu agama saja. Hal tersebut dikarenakan bahwa pada dasarnya kota tersebut memang diperuntukan sebagai ”jalan” untuk berjumpa dengan Tuhan mereka (umat tiga agama samawi tersebut) Yang Esa.


Redaksi : Hesti dan Karina


»»  read more

April 08, 2009

Agama Islam Bukanlah Agama yang Sempit (Sulit)

Kajian Qur’an
Periode Januari 2009
Tema: Agama Islam Bukanlah Agama yang Sempit (Sulit)




”Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar‐benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali‐kali tidak menjadikan untuk mu dalam agama suatu kesempitan. Ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Dia telah menamai kamu orang‐orang muslim dari dahulu, dan dalam ini supaya rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu kepada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dialah sebaik‐baik Pelindung dan Penolong.” (QS. Al‐Hajj [22] : 78)

Quran’s Explanation References:


1. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3 (Muhammad NasibAr‐Rifa’i; 2007:401 :403)

Firman Allah Ta’ala, “ Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar‐benarnya” dengan harta, bahasa dan dirimu. Firman Allah Ta’ala “Dia telah memilih kamu.” Dia telah memilihmu atas umat‐umat yang lain. Dia telah mengunggulkan dan memuliakan dan mengkhususkan kepadamu kerasulan yang paling mulia dan syariat yang paling sempurna. Dan Dia sekali‐kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” Yakni, Dia tidak membebanimu dengan sesuatu yang tidak kamu sanggupi. Dia tidak mewajibkan kepadamu dengan sesuatu yang menyengsarakan kamu, namun Allah memberi kemudahan dan Jalan keluar.

Shalat yang merupakan rukun Islam yang paling utama setelah syahadat, dapat kamu lakukan secara sempurna, di jamak, di qhasar, dikerjakan sambil berjalan, sambil berkendaraan, dengan menghadap kiblat, dengan tidak menghadap kiblat, sambil berdiri, duduk dan berbaring, dan dilakukan dengan keringanan dan kemudahan lainnya dalam menjalankan berbagai kewajiban dan ketetapannya. Karena itu, Nabi saw. Bersabda : “ Aku diutus membawa agama yang hanif dan toleran."

Beliau juga bersabda kepada Mu’adz dan Abu Musa takala mengutus keduanya ke Yaman : “Gembirakanlah dan jangan ditakut‐takuti. Mudahkanlah dan jangan dipersulit. Karena itu, sehubungan dengan firman Allah Ta’ala : " Dan Dia sekali‐kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan,” Ibnu Abbas menafsirkan haraj dengan kesempitan. Firman Allah Ta’ala, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, yaitu agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus.”( al‐An’aam : 161).

Firman Allah Ta’ala, “Dia telah menamai kamu sekalian orang‐orang muslim dari dahulu.” Yakni, Allah Azza wa Jalla telah menamaimu kaum muslim sejak dahulu seperti termaktub dalam kitab‐kitab terdahulu, “dan dalam ini”, yakni dalam Al‐Quran. An‐Nasai meriwayatkan dari Al‐Harist al‐Asy’ari, dari Rasulullah saw, beliau bersabda : “Barang siapa menyeru dengan seruan jahiliah, maka dia termasuk suluh Jahanam. ‘Seorang sahabat berkata, ‘Y Rasulullah, walaupun dia puasa dan shalat?’ Beliau bersabda, ‘ Walaupun dia puasa dan shalat. Maka panggilah dengan sebutan dari Allah, yaitu dia telah menamaimu dengan muslimin, mukminin, hamba Allah.”

Firman Allah Ta’ala, “ Supaya rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia.” Sesungguhnya Allah menjadikan kamu sebagai umat pilihan, adil dan terpilih, dan dikenal oleh seluruh umat karena keadilanmu agar pada hari kiamat kamu “menjadi saksi atas segenap manusia”, karena pada saat itu, seluruh umat mengakui keterpandangan dan keutamaan seluruh umat Muhammad atas umat‐umat yang lain. Firman Allah Ta’ala, “ Maka dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” Yakni balaslah nikmat yang besar ini dengan mensyukurinya, lalu laksanakanlah kewajibanmu yang menjadi hak Allah dengan menjalankan segala hal yang telah diwajibkan kepadamu. Diantara kewajiban yang penting adalah shalat dan zakat.

Firman Allah, “ dan berpeganglah kamu kepada tali Allah,” yakni mintalah pertolongan dan bantuan serta bersandarlah kepada‐Nya. “ Dia adalah pelindungmu,” Pemeliharamu dan Penolongmu atas musuh‐musuhmu. “Maka Dialah sebaik‐baik Pelindung dan Penolong.” Yakni, Allah adalah sebaik‐baik Pelindung dan penolong dari musuh.


2. Al‐Quran dan Tafsirnya (UII; 1995:)

Tafsir:

Ayat‐ayat ini merupakan ayat‐ayat terakhir dan penutup surat Al‐Hajj. Pada permulaan surat ini Allah SWT memerintahkan manusia agar bertakwa kepada‐Nya. Karena goncangan kiamat amat dahsyat. Hanya orang‐orang yang bertakwa sajalah yang sabar dan tabah menghadapinya. Perintah bertakwa dan berita hari kiamat merupakan peringatan Allah dan ancaman‐Nya yang keras kepada manusia, agar mereka mempersiapkan diri menghadapinya dengan mengerjakan semua perbuatan yang dapat melepaskan diri dari padanya. Kemudian Allah SWT menerangkan tanda‐tanda kekuasaan dan kebesaran‐Nya, tentang kenabian dan kerasulan, serta menerangkan semua agama yang disampaikan Rasul itu.

Pada ayat‐ayat ini Allah memerintahkan agar kaum Muslimin benar‐benar beribadat kepada Allah, berbuat baik, berjihad menegakkan agamanya dan memerangi hawa nafsu. Perbuatan‐perbuatan ini dapat melepaskan manusia dari kegoncangan yang dahsyat pada hari kiamat itu.

(Al- Hajj :77) Pada ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada orang‐orang yang beriman agar:

1. Mengerjakan salat pada waktu‐waktu yang telah ditentukan, lengkap dengan syarat‐syarat rukun‐rukunnya. Pada ayat ini salat disebut dengan “Ruku” & “Sujud”, karena ruku’ dan sujud itu merupakan ciri khas dari salat dan termasuk dari rukun‐rukunnya.

2. Menghambakan diri dan bertaubat kepada Tuhan, beribadat kepada Tuhan, adalah merupakan perwujudan dari isi hati sanubari yang telah merasakan kebesaran, kekuasaaan dan keagungan Allah, karena dirinya sangat tergantung kepadanya, dan hanya Dialah yang menciptakan, memelihara kelangsungan hidup dan mengatur seluruh makhluk‐Nya. Beribadat kepada Tuhan ada yang dilakukan secara langsung, seperti salat, puasa bulan Ramadan, menunaikan zakat dan menunaikan Ibadah haji. Ada pula ibadat yang dilakukan tidak secara langsung, seperti berbuat baik kepada sesama manusia, tolong menolong, mengolah alam yang diciptakan Allah untuk kepentingan manusia.

3. Mengerjakan perbuatan‐perbuatan yang baik, seperti memperkuat hubungan silaturrahmi, berbudi pekerti baik, hormat menghormati, kasih‐mengasihi sesama manusia.

Jika manusia mengerjakan tiga macam perintah di atas, maka mereka akan berhasil dalam kehidupan memperoleh kebahagiaan ketentraman hidup, dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh surga yang penuh kenikmatan.

(Al-Hajj:78) Di samping perintah‐perintah di atas, Allah SWT juga memerintahkan kepada orang‐orang yang beriman agar berjihad di jalan Allah dan janganlah kaum Muslimin merasa khawatir dan takut kepada siapapun selain Allah dalam berjihad itu.

Ada empat macam jihad di jalan Allah, yaitu:

1. Jihad dalam arti mempertahankan diri dari serangan musuh.
2. Jihad dalam arti menegakkan agama Allah dan untuk meninggikannya.
3. Jihad dengan arti berusaha melepaskan diri dari godaan setan.
4. Jihad dengan arti memerangi hawa nafsu.

Sekalipun perang itu dibenci oleh kaum Muslimin, tetapi karena untuk mempertahankan diri dan menegakkan agama Allah, maka peperangan itu dibolehkan dan kaum Muslimin melakukan perbuatan‐perbuatan melampaui batas dalam peperangan. Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah SWT telah memilih umat Muhammad untuk melakukan jihad itu. Pemilihan itu adalah karena agama yang dibawa Muhammmad adalah agama yang telah disempurnakan Allah, yang di dalamnya terdapat ketentuan‐ketentuan tentang jihad. Hal ini merupakan perhormatan Allah SWT kepada Nabi Muhammad beserta umatnya.

Allah SWT menerangkan bahwa agama telah diturunkan‐Nya kepada Muhammad itu bukanlah agama yang sempit dan sulit, tetapi adalah agama yang lapang dan tidak sempit dan sulit, tetapi adalah agama yang lapang dan tidak menimbulkan kesulitan kepada hamba yang melakukannya. Semua perintah‐peringah dan larangan‐larangan yang terdapat dalam agama Islam itu tujuannya adalah untuk melapangkan dan memudahkan hidup manusia, agar mereka hidup berbahagia di dunia dan di akhirat nanti. Hawa saja hawa nafsu manusialah yang mempengaruhi dan menimbulkan dalam pikiran mereka bahwa perintah‐perintah dan larangan‐larangan Allah itu terasa berat dikerjakan.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa agama Islam itu mudah, orang‐orang yang memberat‐beratkan beban dalam agama akan dikalahkan oleh agama sendiri, sebagaimana tersebut dalam hadis: Rasulullah SAW pernah memberikan suatu peringatan yang keras kepada suatu golongan yang memberatkan beban dalam agama, sebagaimana tersebut dalam hadis:

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau pernah bersabda: “Sesungguhnya agama itu mudah dan sekali-kali tidak akan ada seorangpun memberatkan agama, kecuali agama itu akan mengalahkannya. Karena itu bekerjalah kamu dengan betul, sederhanakanlah, bergembiralah, dan jadikanlah berkarya di pagi dan di petang hari serta bepergian sebagai penolongmu” (HR Bukhari).

Dari Aisyah ra, ia berkata, “Rasulullah saw pernah membuat sesuatu, maka beliau meringankannya, lalu sampailah hal yang demikian kepada beberapa orang sahabat beliau. Seolah-olah mereka tidak menyukainya. Maka sampaikanlah persoalan itu pada beliau, lalu beliau berdiri berpidato dan berkata: Apakah gerangan keadaan orang-orang yang telah sampai kepada mereka tentang sesuatu perbuatan yang akan meringankannya, lalu mereka tidak menyukainya? Demi Allah (kata Rasulullah): Sesungguhnya aku orang yang paling tahu di antara mereka tentang Allah dan orang yang paling takut di antara mereka kepadaNya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari riwayat bahwa beberapa orang sahabat Rasul ingin menandingi ibadah beliau, sehingga ada yang berkata:"Aku akan puasa setiap hari". Dan yang lain lagi berkata:"Aku tidak akan mengawini wanita" Maka sampailah hal yang demikian kepada Rasulullah, lalu beliau bersada:

Apakah gerangan keadaannya orang yang telah mengharamkan wanita? Makan dan tidur? Ketahuilah, sesungguhnya aku shalat dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita-wanita. Barangsiapa yang benci kepada sunnnahku, maka ia bukanlah termasuk ummatku (HR. An Nasâ’i)

Dengan keterangan hadis‐hadis di atas nyatalah bahwa agama Islam adalah agama yang lapang, meringankan beban, tidak picik dan tidak mempersulit. Seandainya ada praktek dan amal‐amal agama Islam itu memberatkan, picik dan sempit, maka hal itu bukanlah berasal dari agama Islam, tetapi tidak mengetahui hakikat Islam itu.

Dalam kehidupan sehari‐hari terlihat masih banyak kaum Muslimin yang belum memahami dengan baik tujuan agar manusia terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, tetapi sebagian kaum Muslimin merasa berat mengerjakan salat lima waktu itu, bahkan ada diantara mereka yang mengatakan bahwa salat itu mengganggu waktu berharga bagi mereka. Demikian pula tentang ibadat‐ibadat lainnya.

Kemudian Allah SWT menerangkan bahwa agama yang dibawa Muhammad itu adalah sesuai dengan Ibrahim, nenek moyang bangsa Arab dan kedua agama itu sama‐sama bersendikan ketauhidan. Seakan‐akan Allah SWT memperingatkan kepada bangsa Arab waktu itu: "Hai bangsa Arab, kamu mengaku memeluk agama yang dibawa nenek moyangmu Ibrahim, karena itu ikutlah agama yang dibawa Muhammad, agama yang seasas dengan agama yang dibawa Ibrahim, agama tersebut yang berasas tauhid, tidak ada kesempitan dan kepicikan di dalamnya. Dan Allah SWT menamakan orang‐orang yang memeluk agama tauhid dengan "muslim".

Dalam ayat ini disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjadi saksi di hari kiamat atas umatnya. Maksudnya ialah dia bersaksi bahwa ia telah menyampaikan risalah Allah kepada mereka, menyeru agar beriman kepada Allah dan agar mereka tetap berpegang teguh kepada agama Allah, serta beribadat kepada Allah dan melaksanakan perintah‐perintah‐Nya dan menghentikan larangan‐larangan‐Nya. Sedangkan kaum Muslimin menjadi saksi atas manusia di hari kiamat Rasul atas mereka, yaitu mereka melakukan seperti yang telah beriman, menyampaikan agama Allah, melakukan tugas yang dibebani Allah dan Rasul kepada mereka dengan sebaik‐baiknya. Apabila menerima atau menolak seruan mereka itu, maka yang demikian mereka serahkan kepada Allah.

Sebagian Ahli tafsir menafsirkan ayat ini, kaum Muslimin menjadi saksi atas manusia ialah termasuk di dalam persaksian mereka atas umat‐umat yang terdahulu, yang telah diutus Allah Rasul‐Rasul kepada mereka. Mereka mengetahui hal itu dari Allah melalui Al‐Qur'an yang menerangkan bahwa Rasul dahulu telah menyampaikan agama yang berasaskan tauhid kepada mereka.

Agar semua perintah Allah yang disebutkan itu dapat dilaksanakan dengan baik, dan agar umat Muhammad yang ditugaskan menjadi saksi terhadap manusia pada hari Kiamat dapat melakukan persaksian itu dengan sebaik‐baiknya, maka Allah memerintahkan kepada mereka:


  1. Selalu melaksanakan salat yang lima waktu, karena salat menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan mungkar dan merupakan penghubung yang kuat antara Tuhan yang disembah dengan hamba‐Nya.
  2. Menunaikan zakat, agar dapat membersihkan jiwa dan harta, agar menghilangkan jurang yang terdapat antara si kaya dan si miskin.
  3. Berpegang teguh dengan tali Allah dengan melaksanakan perintah‐perintahnya dan menghentikan segala larangan‐Nya.

Kesimpulan:

1. Allah SWT memerintahkan agar kaum Muslimin, mengerjakan salat menyembah Allah dan mengerjakan perbuatan yang baik agar mereka berhasil dalam segala usaha‐nya.
2. Allah SWT memerintahkan agar kaum Muslimin melakukan jihad dengan sungguh‐sungguh.
3. Agama Islam itu seasas dengan agama Nabi Ibrahim, tidak ada kesempitan dan kepicikan kepadanya, tujuannya ialah untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
4. Orang‐orang yang mengaku beragama Islam disebut "Muslimin"
5. Nabi Muhammad SAW adalah saksi terhadap umatnya di akhirat nanti, sedangkan umatnya menjadi saksi untuk semua manusia.
6. Allah memerintahkan lagi agar kaum Muslimin tetap mendirikan salat menunaikan zakat dan berpegang teguh dengan agama Allah.

Hadits References:


1. Diriwayatkan dari Umar bin al‐Khattab r.a . Beliau berkata: Aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surah al‐Furqan tidak sama dengan bacaanku yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w kepadaku. Hampir‐hampir aku mencela beliau ketika masih dalam pembacaannya. Namun aku masih dapat menahan kemarahanku ketika itu. Setelah selesai aku mendekati Hisyam lalu ku pegang kain sorbannya. Kemudian aku mengajaknya menghadap Rasulullah s.a.w. Aku berkata kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya tadi aku mendengar orang ini membaca surat al‐Furqan tidak sebagaimana yang kamu bacakan kepadaku. Rasulullah s.a.w bersabda: Suruhlah dia membacanya sekali lagi. Hisyam pun memenuhi permintaan Rasulullah s.a.w tersebut. Dia membaca sebagaimana sebelumnya. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Memang demikianlah surah itu diturunkan. Kemudian baginda menyuruhku pula: Bacalah! Aku pun membacanya. Baginda pun bersabda: Demikianlah surah itu diturunkan. Sesungguhnya al‐Quran itu diturunkan dengan tujuh huruf (kaedah bacaan) maka kamu bacalah yang mudah bagimu." ( Riwayat Bukhari dalam Kitab Permusuhan Hadis no.2241. Kelebihan Al-Qur'an hadis no.4608. Riwayat Muslim dalam Kitab Sembahyang Orang Musafir dan Menqhasarnya hadis no.13554. Riwayat Nasaie dalam Kitab Permulaan Sembahyang hadis no.927, 928, 929. Riwayat Abu Daud dalam KitabSembahyang hadis no. 1261. Riwayat Ahmad Ibnu Hambal Kitab Juzuk 1 muka surat 24,20, 42. Riwayat Malik dalam Kitab Sembahyang Orang Musafir hadis no 423.)


2. Diriwayatkan dari Abi Masʹud r.a. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Ada seorang lelaki dari umat sebelum kamu, diperhitungkan amalannya, maka tidak ada satu pun kebaikan melainkan beliau banyak memberi hutang kepada orang ramai karena beliau adalah seorang yang kaya. Beliau menyuruh para pembantunya agar memberi kemudahan terhadap orang yang dalam kesukaran. Maka Allah s.w.t berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu daripada beliau. Berilah kemudahan kepada beliau. ( Riwayat Bukhari dalam Kitab Meminta Berhutang dan Membayar Hutang hadis no.2216. Riwayat Muslim dalam Kitab Masaqat hadis no.2921. Riwayat Tirmizi dalam Kitab Jual Beli Hadis no.1228, Ilmu hadis no. 2595, Riwayat Ibnu Majah dalam Kitab Sedekah hadis no.2411.Riwayat Ahmad Ibnu Hambal dalam Kitab Juzuk muka surat 118 dan 120.)


3. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Suatu ketika dahulu ada seorang lelaki yang pernah memberi hutang kepada orang ramai. Beliau berkata kepada pembantunya: Apabila kamu menagih hutang daripada orang yang dalam kesulitan, berilah kelonggaran kepadanya, semoga Allah memberi kemudahan pula kepada kita. Kemudian beliau menemui Allah, maka Allah memberi kemudahan kepadanya. (Riwayat Bukhari dalam Kitab Jual Beli hadis no.1936. Cerita-Cerita Para Nabi hadis o.3221. Riwayat Muslim dalam Kitab Masqat hadis no. 2992. Riwayat Nasaie dalam Kitab Jual Beli hadis no.4615 dan 4616. Riwayat Ahmad Ibnu Hambal dalam Kitab Juzuk 2 muka surat 263, 322, 339, dan 361.)


Redaction Team:
1. Inadia Y
2. Wida K



»»  read more

Tentang PML

Alhamdulillah sekarang kami punya blog sebagai media kami. Kami adalah sekumpulan remaja Islam yang memiliki kegiatan pengajian di setiap malam minggu. Pengajian remaja ini diberi nama PML. Nama PML mulai dipublikasikan sekitar tahun 1997, diawali dengan kebiasaan menunaikan ibadah shalat maghrib dan isya berjamah di masjid kemudian berkumpul di rumah sdra. Dede IW. Karena letak rumah yang relatif dekat antara satu dengan yang lain, membuat pertemuan kami menjadi lebih mudah, hingga satu saat kami membuat komitmen untuk membuat perkumpulan resmi yang lebih terarah dan terjadwal waktu pertemuannya. Maka muncullah nama Pengajian Malam Liburan yang berarti pengajian yang dilaksanakan setiap malam libur, tepatnya malam Minggu atau Senin.

Followers