Laman

Desember 21, 2008

Kenali Makananmu Untuk Hidup Lebih Sehat


Hal yang paling menarik untuk dibicarakan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Baik itu lingkungan, fenomena, atau apa saja. Semua menjadi menarik ketika sudah menjadi bagian dari hidup kita. Banyak hal yang dapat menunjukan kualitas diri seseorang. Salah satunya adalah dari apa yang kita makan. Karena dirimu adalah apa yang kamu makan. Nampaknya kata-kata ini menjadi semakin populer belakangan ini.


Seperti populernya wisata kuliner. Hal ini juga mendorong orang semakin kreatif menciptakan berbagai menu masakan baru. Bukan cuma mengandalkan racikan bumbu atau keragaman bahan baku semata, cara mengolah masakan juga berkembang. Yang menjadi sangat digemari adalah makanan yang serba di bakar. cara ini memang sudah ada sejak zaman dulu, tapi belakangan mengolah makanan dengan cara ini semakin marak. Bahkan untuk makanan yang sebelumnya tak lazim dibakar.

Perhatikan saja, betapa banyaknya kedai atau resto yang menyuguhkan ikan bakar, ayam bakar, steak atau daging bakar, burger bakar, hotdog bakar sampai bakso dan nasi juga ikut dibakar. Tak hanya kudapan seperti jagung, roti, dan tape/singkong yang melulu dibakar, pisang juga ikut-ikutan dipanggang. Begitu banyaknya makanan yang disekitar kita banyak yang diolah dengan cara dibakar. Belum lagi setiap kali ada acara kumpul-kumpul, acara yang ditinggu-tunggu banyak orang adalah acara Barbeque, bakaran sate kambing, ayam ,sapi dengan aroma tajam pasti mengundang selera makan. Hanya saja, cara pembakaran langsung di atas bara api ini nyatanya bisa mendatangkan karsinogenik dan penurunan gizi makanan.

Siapa yang tidak tergiur akan kelezatan sate, apakah itu sate kambing, sate ayam, ataupun sate padang dan beraneka ragam makanan lainnya yang bersumber dari air tawar ataupun hasil laut seperti ikan mas, ikan kakap, baronang, cumi, kepiting dll. Akan tetapi berhati-hatilah bila menjadi pengemar jenis makan tersebut, karena penyakit kanker sudah mengintai kita. Pernyataan ini terdengar menakut-nakuti, tapi itulah yang terjadi sesungguhnya. Pada umumnya untuk membakar makanan tersebut biasanya digunakan arang, ternyata di sinilah awal penyakit kanker tersebut bermula. Karena begitu makanan tersebut dibakar menggunakan arang yang mengandung zat karbon, maka pada makanan tersebut sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Tetapi tidak usah takut, untuk pengemar makanan tersebut dapat mengatasinya dengan memakan timun, karena sate yang dibakar tersebut mengandung zat karsinogen (penyebab kanker) dan timun mempunyai anti karsinogen. Apakah sebenarnya karsinogen ituKarsinogen adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker. Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis. Arang adalah residu hitam berisi karbon tidak murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan air dan komponen volatil dari hewan atau tumbuhan. Arang umumnya didapatkan dengan memanaskan kayu, gula, tulang, dan benda lain. Arang yang hitam, ringan, mudah hancur, dan meyerupai batu bara ini terdiri dari 85% sampai 98% karbon, sisanya adalah abu atau benda kimia lainnya .

Makanan Yang Dibakar Mengandung Nitrosamin-Bahan Karsinogenik Yang Meningkatkan Resiko Kanker
Makanan lain punya bahan yang buat menetralisir, namanya anti-oksidan, yang paling sering dikenal yaitu vitamin C, vitamin E, dan provitamin A (beta karoten). Menurut Inayah Budiastuti, Dokter Gizi Hang Lekiu Medical Centre, fenomena ini disebabkan karena orang bosan dengan makanan yang digoreng. Apalagi, "Penyajian dengan cara dibakar lebih sehat dibandingkan dengan menggoreng lama atau deep fry," tambah Inayah.Namun, sebetulnya, bukan berarti menyantap makanan bakar terbebas dari ancaman penyakit. Malah , orang bisa terancam sakit bila mengonsumsi masakan yang dibakar secara berlebihan. Menurut Saptawati

Bardosono, Ahli Gizi Departemen Nutrisi, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, proses pembakaran makanan baik dengan arang atau lainnya sering dibarengi pembentukan arang atau gosong. Gosong pada makanan ini berbahaya karena mengandung banyak atom karbon, yang dalam jumlah besar bisa memicu timbulnya kanker (karsinogenik). Sayangnya, menurut Ali Khomsan, Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat, tentang adanya karsinogen dalam makanan bakar belum pernah dilakukan di Indonesia. Tapi, "Penelitian di luar negeri banyak mengungkapkan bahaya karsinogen ada dalam makanan yang mengalami proses pembakaran, pemanggangan, atau pengasapan," ujar Ali.Tapi, menurut Ali, baik tidaknya makanan bakar bagi tubuh sejatinya merupakan sebuah pilihan. "Tak perlu takut sepanjang Anda mengkonsumsi makanan bakar secara insidentil dan tidak menjadi bagian gaya hidup," ujarnya.

Apalagi, belum ada bukti secara langsung bahwa konsumsi makanan bakar bisa memicu timbulnya kanker. "Kanker itu prosesnya lama, tidak instan dan lebih bersifat kompleks," imbuh Ali.Menurut Ali Khomsan, Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat IPB. Cara pembakaran terbaik adalah menggunakan microwave. Energi gelombang elektromagnetik pada proses pemakaian microwave menyerap molekul air, lemak dan gula. Alhasil, pengolahan cara ini bisa memperkecil kemungkinan hilangnya kandungan gizi dari bahan yang diolah. Sayangnya, masyarakat belum terbiasa dengan cara ini. Selain rasanya yang tak senikmat bila dibakar langsung, pemakaian microwave juga butuh biaya yang lebih besar.

Jangan terlalu takut menyantap makanan bakar. Asal tak berlebahan dan tidak terlalu gosong, makanan yang dibakar tetap bisa Anda nikmati. Lebih pas lagi jika Anda menyantap bakar-bakaran itu dengan sayuran dan minuman yang bisa menetralisir dampak buruknya.

Saptawati Bardosono, Dokter Gizi dari FKUI mengatakan bahwa sayuran memiliki antioksidan tinggi. "Antioksidan dapat berfungsi sebagai antikarsinogenik yang bisa jadi penetralisir," ujar dia. Karena itu, jangan lupa menyantap lalapan sayuran yang menyertai makanan bakar itu, seperti selada, kol, timun atau tomat. Jangan lupa untuk membasahi kerongkongan dengan teh atau jeruk. Mereka bisa jadi antikarsinogenik yang cukup mumpuni.

Tapi jangan sedih dulu. Ada cara yang lebih aman untuk tetap memakan makanan yang dibakar agar tidak berbahaya bagi kesehatan, yaitu :
1. Bakarlah makananmu itu (ex. barbeque) di panggangan listrik karena lebih aman dan tidak memakai arang.
2. Jika masih tetap mau bakar dengan menggunakan arang, arang tersebut harus dipanaskan terlebih dahulu sampai merah, dan akan lebih baik lagi hingga muncul abu berwarna putih di tepi arang. Lalu, setelah itu makanan bisa dibakar dengan aman.
Inggris, Norwegia, Swiss, dan Amerika Serikat mengadakan penelitian serupa. Mereka meneliti makanan-makanan yang digoreng, dibakar, dan dipangggang untuk dilihat kandungan akrilamidanya.

Mungkin tidak sedikit pula masyarakat awam yang bertanya-tanya 'mahluk' apa itu akrilamida, karena baru pertama kali ini mendengarnya. Akrilamida, ujar Direktur Pusat Penelitian Tumbuhan Obat Universitas Nasional Dr Ernawati Sinaga MS Apt, adalah senyawa kimia yang biasa dipakai sebagai zat untuk menggumpalkan kotoran (flokulan) dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM. Di luar negeri, umumnya air minum bagi kebutuhan warga kota dijernihkan dengan proses akrilamida. Senyawa yang mempunyai nama lain 2-propenamida, etilen karboksamida, akrilat amida, serta vinil amida ini juga dipakai di laboratorium untuk menganalisa protein dan makro-makro molekul.

Besarnya perhatian yang diberikan terhadap akrilamida -- apalagi setelah ditemukan terdapat pada makanan -- cukup beralasan, mengingat bahaya yang bisa ditimbulkan senyawa tersebut pada tubuh manusia. Menurut Ernawati, akrilamida menyebabkan kanker. Senyawa ini disebut zat neurotoksik karena merusak syaraf. Dia juga merusak sistem reproduksi. Bagi laki-laki, senyawa ini bisa menurunkan kesuburan. Sementara bagi ibu hamil yang termakan akrilamida, bayi yang dikandungnya berpotensi untuk lahir cacat (teratogen).

Bagaimana akrilamida sampai terdapat pada makanan? penelitian yang dilakukan sejauh ini menemukan bahwa akrilamida pada makanan berasal dari pembakaran makanan tersebut.
Awalnya, muncul kecurigaan karena faktor kontaminasi (dari lingkungan sekitarnya). Ini mengingat
akrilamida merupakan bahan dasar untuk membuat plastik, sementara plastik banyak digunakan sebagai bahan pembungkus makanan. ''Ternyata tidak. Kalaupun pembungkusnya itu mengandung akrilamida, hanya sedikit sekali yang bisa masuk ke dalam makanan. Jadi kemungkinan dari pembungkus ataupun dari luar kelihatannya minim.''

Temuan ini tidak dimaksudkan untuk membuat masyarakat sontak menghentikan konsumsi makanan seperti itu (betepung yang digoreng/dibakar). Rekomendasi dari WHO dan FDA (Food and Drugs Agencies di AS), adalah agar masyarakat tetap makan seperti biasa, namun kurangi makanan yang dibakar, dipanggang, ataupun digoreng. ''Dan juga perbanyak makan buah dan sayuran karena di buah dan sayur banyak anti oksidan yang bisa menurunkan resiko karsiogenik,'' lanjutnya.

Pilih juga makanan yang dikukus, direbus atau ditumis dengan sedikit minyak. Memakan makanan yang digoreng, dipanggang dan dibakar, kurang disarankan. Karena, selain mengandung banyak lemak, metode memasak ini juga merusak nilai gizi makanan karena panas tinggi. Apalagi makanan yang dibakar karena dapat memicu timbulnya kanker. Dan, yang tidak kalah penting adalah minum air putih, minimal 8 gelas sehari. Hindari minuman beralkohol, bersoda dan minuman dengan kandungan gula dan kafein tinggi. Jus sayuran dan buah juga baik untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh.

Ada satu lagi yang tetap populer dari dulu sampai sekarang yaitu Mi Instant. Untuk para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Dari Informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi Mie Instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.

Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hamper selalu mengkonsumsi Mie Instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal karenanya. Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya.

Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas/ditiriskan dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah).
Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy), akan dibutuhkan minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.

Agar Hidup Lebih Sehat dan Bermakna
Ø  Jadwal yang disarankan untuk meminum dua liter air setiap hari :
30 menit sebelum makan pagi : 1 gelas
2,5 jam setelah makan pagi : 1 gelas
30 menit sebelum makan siang : 1 gelas
2,5 jam setelah makan siang : 1 gelas
30 menit sebelum makan malam : 2 gelas
2,5 jam setelah makan malam : 1 gelas
30 menit sebelum tidur : 1 gelas
Minum air sebelum makan memiliki dua kepentingan:
1. Akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.
2. Memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.
Ø  Menghindari sikap negatif untuk hidup yang lebih sehat :
Perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Dampak-dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya adalah
KEMARAHAN, dapat menyebabkan :
-Rheumatoid arthritis, Serangan jantung, Penyakit jantung,Gagal jantung, Kanker
-Tekanan darah tinggi, StrokeTukak lambung
Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa ketika "para pereaksi panas" itu memendam perasaan-perasaan mereka, itu pada akhirnya berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. Ketika itu terjadi, tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung dan stroke akan lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah pengampunan, jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.
KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan :
-Tekanan darah tinggi
-Sakit kepala migran
-Penyakit jantung
-Tukak lambung
-Kanker.
Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan stress yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat, tekanan darah juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya serangan jantung- bertambah bagi mereka yang hidup dalam kemarahan. Orang-orang itu menghadapi resiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi disbanding orang lain. Sebagai tambahan, ketika seseorang mengalami kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan-perasaan negatif ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada gilirannya menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan. Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya. Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan system kekebalan tubuh kita. Ketika system kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan berkembang. Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.
KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit mental
-Stroke
-Serangan jantung
-Kematian
Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda dari perasaan yang paling mematikan - kesombongan .
KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN (ANXIETY), dapat menyebabkan :
-Penyakit jantung, Penyakit mental, Kepanikan, Depresi, Serangan jantung, Fobia.
DEPRESI, dapat menyebabkan :
-Kanker
Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung menyembunyikannya. Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu factor yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker menyerang adalah 'kurangnya penyaluran emosi'. Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar terkena kanker dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding dengan para wanita yang bekerja di luar rumah.
Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit:
-Mengampuni
-Mengendalikan lidah
-Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif
-Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
-Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat.

Oleh : Annisa Putri dan Dian Ikawati
Sumber :
http:// pusdinaker.or.id
www.wikipedia.org.
www.kompas.com
http:// republika.co.id
www.bluefame.com
www.88db.com
JurnaL kesehatan UI

10 komentar:

  1. wah, artikelnya panjang banget, tapi bermanfaat, mending dibagi bagi aja jadi 3-4 poting... :D

    BalasHapus
  2. saya liat posting ini,, dan hmmm posting ini bagus..
    bolehkah saya copy ke blog saya ?? (tenang aja,, sumber tulisan akan saya post koq).
    trimssss

    BalasHapus
  3. Nice infor bro...jaman sekarang memang harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Please visit my blog at http://www.sherlock.co.nr

    BalasHapus
  4. @ Rajaklik : iya nih.....next time mau di bagi-bagi postingnya, jadi 2-3 artikel bersambung :D

    @ si ryan : boleh kok :D

    @ sherlockh30 : oke deh aku kunjungi blog kamu :mrgreen:

    tapi atas nama aku lho...he he he maklum PML itu GRUP

    BalasHapus
  5. Jaman sekarang memang memilih makanan perlu lebih hati-hati.

    Pengenalan akan makanan menjadi penting jadinya. He..he..he... TFS

    Salam

    BalasHapus
  6. Stop Tumor dan Kanker dg RIP (kandungan CURCUMA ZEDOARIA) yg mampu menonaktifkan perkembangan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya, memblokir pertumbuhan sel kanker.
    Selalu ada diskon di setiap pembelian lebih dari satu.

    Klik http://curzed-curzed.blogspot.com/search/label/RIP%20%28Ribosome%20Inacting%20Protein%29

    LINDUNGI KELUARGA ANDA DARI TUMOR DAN KANKER....WASPADALAH...!!!

    BalasHapus
  7. Saya rasa Makanan yang dibakar tidak mengandung banyak resiko, asalkan saja Basil bakarannya baik. artinya yang dibakar tidak sampai ber arang hitam-hitam. Saudaraku, kita jangan mudah ditakut-takuti noleh info-info yang data analisanya tidak akurat.

    BalasHapus